Alasan Harus Berada di Halaman Satu Google, Apa Saja? Ini Dia

Alasan Harus Ada di Halaman Satu Google

Banyak digital marketer mengincar posisi nomor satu Google sebagai salah satu tujuan utama dalam mengoptimasi sebuah situs menggunakan SEO. Memang ada banyak alasan harus berada di halaman satu Google, nah pada kesempatan ini, mari kita bahas beberapa poin di antaranya.

Sebelum membahas mengapa harus berada di halaman satu Google, mari kita bahas mengenai SEO itu sendiri. SEO atau search engine optimization merupakan salah satu cara mempromosikan produk di internet yang banyak digunakan oleh orang. Namun, hanya sedikit orang yang paham jika cara untuk mengoptimasi website menggunakan SEO tidak ada “pedomannya”.

Salah satu “struggle” mengoptimasi website menggunakan SEO adalah algoritma yang kerap berubah – ubah. Ini juga yang mendasari mengapa beberapa orang lebih memilih untuk mempercayakan kepada penyedia jasa SEO halaman satu. Untung saja, kini jasa SEO website sudah tersedia di kota – kota besar seperti Jasa SEO Website Malang, Jasa SEO Website Jakarta, jasa SEO Website Surabaya dan yang lainnya.

Nah kembali lagi membahas mengenai alasan harus berada di page one SERPs. Nah apa saja alasan – alasan tersebut? Mari kita ketahui bersama beberapa poin alasan tersebut :

Mengapa Harus Berada di Halaman Satu Google?

Alasan Harus Ada di Halaman Satu SERPs

Ranking Satu Mendapat 34% Dari Organic Traffic

Menurut data yang dikutip dari polithepeople.app, situs yang halamannya berada di halaman satu Google memiliki 34% dari keseluruhan organic traffic. Ini jelas sangat menguntungkan bagi Anda bukan? Mengapa ini bisa terjadi? Hal ini karena kebanyakan orang enggan untuk menelusuri lebih jauh lagi. Mereka lebih cenderung melakukan klik pada situs yang berada di halaman satu Google peringkat paling atas.

Naik Dari Posisi 2 Ke Posisi 1 Akan Mendapat Traffic yang Double

Rangking dua di Google menyedot sekiranya 17% dari keseluruhan traffic yang masuk. Itu berarti jika Anda bisa improve dari #2 ke #1 berarti akan peningkatan yang cukup signifikan. Untuk mengubah rangking dua menjadi rangking satu, Anda bisa memulainya dengan memberi backlink yang berkualitas.

Traffic dan Peluang Penjualan Meningkat

Alasan harus berada di halaman satu Google adalah untuk meningkatkan traffic dan memperbesar peluang penjualan. Ketika Anda berada di halaman satu, seperti yang sudah tertera di atas, akan ada banyak sekali traffic yang masuk ke situs Anda. Itu berarti, peluang untuk terjadi penjualan sangatlah tinggi. Jelas ini merupakan goals yang paling banyak dicari oleh para digital marketer.

Alasan Harus Ada di Halaman Satu SERPs

Dianggap Bisnis yang Profesional

Ketika situs Anda berada di halaman satu Google, situs Anda akan dianggap sebagai situs yang profesional dan terpercaya. Ini karena keberadaan Anda yang sering dilihat berada di halaman satu Google. Ini baik untuk Brand Awareness situs atau bisnis Anda. Mungkin manfaatnya memang tidak saat itu juga namun di kemudian hari.

Hemat Beriklan

Ketika situs Anda sudah berada di halaman satu Google, itu artinya Anda sudah tidak perlu lagi untuk beriklan di Google Ads. Ini tentu sebuah keuntungan. Karena tidak beriklan di Google Ads itu artinya Anda tidak perlu mengeluarkan uang lagi. Google Ads memang bagus, tapi untuk rencana jangka pendek. 

Promosi 24/7

Ketika tujuan utama SEO sudah tercapai yakni berada di halaman satu Google, Anda sudah tidak perlu promosi lagi karena ini adalah salah satu keuntungan menggunakan SEO yakni situs Anda akan di promosikan 24/7. Pelanggan bisa saja mengakses situs Anda di manapun dan kapanpun selama terhubung dengan internet.

Nah itulah beberapa alasan harus berada di halaman satu Google. Ini tentu saja baru sebagian kecil dari alasan harus membuat situs berada di halaman satu Google. Nyatanya ada banyak sekali alasan – alasan tersebut.

Apa Tugas Seorang SEO Specialist? Cari Tahu Jawabannya di Sini!

Tugas SEO Specialist

Sebuah bisnis yang memilih mempromosikan bisnisnya di internet menggunakan website perlu merekrut SEO specialist untuk mengoptimasikan website bisnis tersebut. Tapi, memangnya tugas SEO Specialist itu saja? Atau ada yang lainnya? Mari kita bahas pada artikel yang satu ini.

Apa Itu SEO Specialist?

Seperti namanya, search engine optimization berarti mengoptimasikan situs di mesin pencari. Secara sederhana, SEO Specialist dapat diartikan sebagai orang yang mengoptimasikan sebuah situs sehingga situs tersebut berada di halaman satu SERPs. Pada dasarnya, pekerjaan SEO Specialist bertanggung jawab untuk mengatur strategi konten yang akan di post. Mereka harus memastikan konten tersebut mengandung kata kunci yang tepat dan penempatan kata kuncinya harus pas.

Tak hanya itu saja, seorang SEO specialist juga harus memiliki skill di bidang copywriting, desain layout, bahkan sedikit bahasa pemrograman. Terkadang, seorang SEO Specialist juga menangani penayangan iklan berbayar di Google. Meskipun pada beberapa perusahaan ada bagian tersendiri untuk menangani iklan.

Skill yang Dibutuhkan

SEO Specialist

Jika Anda berminat untuk berkarir sebagai SEO specialist, Anda harus memiliki minat yang tinggi di dunia digital marketing serta berkomitmen untuk mengikuti perkembangan teknologi dikarenakan bukan hal yang perlu dirahasiakan lagi jika digital marketing sangat bergantung pada teknologi. 

Selain itu, Anda juga dituntut untuk kritis terhadap perubahan algoritma Google. Sebab, dalam SEO tidak ada ilmu pasti. Cara pengoptimasiannya bisa berbeda – beda tergantung algoritma. Sedangkan untuk algoritma sendiri, ketika mengubahnya, Google bisa saja melakukan perubahan algoritma ini kapan saja tanpa melakukan pemberitahuan sebelumnya.

Google juga memiliki Google ranking factor untuk menilai sebuah situs apakah cocok untuk berada di halaman satu Google atau tidak. Ini juga harus di pahami oleh seorang SEO specialist. Tak hanya itu saja, seseorang yang ingin menjadi SEO Specialist juga harus mengerti mekanisme seorang konsumen dalam menemukan situs Anda.

Tugas Seorang SEO Specialist

Tugas SEO Specialist

  1. Menjalankan pengujian, mengumpulkan dan menganalisa data untuk keperluan SEO agar mencapai ROI yang maksimum
  2. Menganalisa situs website maupun kampanye berbayar
  3. Mengelola anggaran untuk kampanye
  4. Mengoptimasikan landing page untuk keperluan SEO atau iklan berbayar
  5. Terus melakukan penemuan kata kunci 
  6. Research segala sesuatu yang berhubungan dengan SEO
  7. Menyusun strategi dan mengeksekusi link building untuk keperluan SEO
  8. Menyusun konten untuk optimasi website
  9. Mengevaluasi situs dan memperbaiki jika ada bagian yang kurang menguntungkan dari segi SEO
  10. dan lain sebagainya

Ini baru sebagian dari tugas dan tanggung jawab seorang SEO Specialist Pada kenyataannya, tugas SEO Specialist jauh lebih kompleks dari pada hal yang tertera di atas.

Apa Hubungan SERPs dan SEO? Mengapa Kedua Hal Ini Tidak Bisa Dipisahkan?

Hubungan SERPs dan SEO

Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia SEO, Pasti Anda pernah atau bahkan sering mendengar istilah SERPs. Sebenarnya, hubungan SERPs dan SEO itu apa? Nah ketahui serba serbinya hanya di sini. Mari kita mulai dari pengertian SERPs itu sendiri. 

Apa itu SERPs?

Search Engine Result Page atau SERPs maupun SERP merupakan respon Google atas apa yang pengguna cari. SERP menyajikan hasil pencarian organik, berbayar, snippets, pencarian video dan sejenisnya. Atau sederhananya, apa yang Anda ketikkan atau ucapkan di Google, SERPs adalah jawaban yang Google berikan.

Meskipun kini memiliki banyak jenis fitur yang ditampilkan dalam SERPs, namun yang paling umum dan paling biasa ditampilkan adalah pencarian berbayar dan pencarian organik. Umumnya pencarian berbayar terdapat tulisan “iklan” atau “ads” sedangkan pencarian organik tidak. 

Umumnya pencarian berbayar berasal dari Google Ads atau dulunya bernama Google Adwords yang mempertimbangkan relevansi dan yang lainnya. Sedangkan penempatan untuk pencarian berbayar umumnya berdasarkan algoritma yang berlaku serta beberapa ranking factor Google.

Mengapa SERPs Penting untuk SEO?

Nah mari bahas mengenai hubungan SERPs dan SEO serta mengapa SERPs begitu penting? SERPs menentukan bagaimana situs Anda bisa berada di halaman satu Google. Contohnya saja, ketika Anda memiliki sebuah kata kunci dan tampil di halaman satu Google. Itu memang sudah bagus, tapi jika posisinya berada di rangking 10 apakah itu sudah bagus? Tentu saja ada yang jauh lebih bagus yaitu berada di rangking 1. Mengapa demikian? Sebuah penelitian menunjukkan jika situs yang berada di posisi pertama Google mendapatkan atensi yang jauh lebih banyak dari pengguna.

Jadi, jika casenya seperti di atas, Anda mungkin saja sudah berada di halaman 1 Google, namun ketika masih berada di rangking 10 maka klik yang Anda terima jauh lebih sedikit dan kurang maksimal.

Pada dasarnya SERPs adalah 10 “link biru” yang Google kira mampu memenuhi jawaban atas pertanyaan Anda. Itu sebabnya banyak orang “terobsesi” untuk bisa berada di halaman satu Google. Jadi, dapat disimpulkan bahwa SERPs memang sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan SEO.

Untuk lebih mengenal mengenai SEO, berikut ini beberapa elemen SERPs yang harus Anda ketahui.

Elemen SERPs

Organic Search Result

SERPs

Hasil pencarian organik merupakan hasil algoritma Google yang begitu rumit. Algoritma Google ini tidak pernah Google publikasikan secara terang – terangan kesemuanya. Namun ada beberapa ranking factor yang Google konfirmasi. Apa saja itu? Beberapa di antaranya adalah Off Page SEO (backlink sangat berpengaruh), On Page SEO, loading situs, dan lain sebagainya.

Standar organic search result adalah page title, page URL, dan meta descriptions. Tapi, bisa juga Google menyertakan hal lainnya seperti tanggal publikasi, sitelink atau bahkan rich snippets.

Paid Search Result

SERPs

Paid search result ditandai dengan tulisan “ad” atau “iklan” pada bagian kiri snippets. Menurut data dari Rank Ranger, terdapat 51,61% ads yang ditemukan dalam page one SERPs. Tak hanya tampil di bagian atas, ads juga sangat mungkin untuk muncul pada bagian bawah. Ini umumnya tergantung bagaimana cara setting, bid yang Anda gunakan, serta budget hariannya. Sedikit merepotkan memang untuk setting iklan di Google, tapi tenang saja, kini sudah ada penyedia jasa iklan Google yang siap membantu Anda dalam menayangkan iklan.

Featured Snippets

SERPs

Featured Snippets adalah “bagian pendek” konten yang diambil dari postingan situs atau bisa juga dari video. Ahrefs pernah mengatakan jika 12% dari semua SERPs memiliki featured snippets. Bentuk dari featured snippets sendiri ada banyak. Mulai dari text, list, tabel atau bahkan video. 

Featured snippets bisa jadi ancaman untuk situs Anda atau bahkan keuntungan. Ancaman karena meskipun berada di posisi paling atas (disebut juga dengan rangking 0) namun bisa “menyurutkan” organic traffic. Featured snippets sangat menguntungkan karena konten Anda terpampang pada bagian awal.

Direct Answer Box

SERPs

18% search result memiliki “direct answer” yang mana langsung menjawab pertanyaan penggunanya. Jawaban yang Gogle berikan akan dianggap sebagai “public domain”. Sehingga tidak seperti featured snippets tadi yang menyertakan sumber. 

Knowledge Graph dan Knowledge Panel

SERPs

Knowledge graph dan panel umumnya akan muncul di bagian kanan organic result. Umumnya isi dari knowledge graph dan panel berisi mengenai informasi penting mengenai perusahaan besar atau seseorang yang penting. Data – data ini umumnya bersumber dari Wikipedia atau Crunchbase.

Local Packs

SERPs

Local Packs memungkinkan Anda untuk menemukan tempat atau toko sesuatu yang Anda cari yang letaknya paling dekat dengan Anda. Fitur ini akan muncul ketika Google merasa perlu menunjukkan pencarian local. Jadi, hubungan SERPs dan SEO tidak boleh Anda sepelekan begitu saja.

Google Image Result

SERPs

Google akan menampilkan Google Image ketika kata kunci yang user gunakan dirasa perlu untuk menyertakan gambar. Contoh kata kunci yang mungkin membuahkan hasil Google Image Result adalah “kucing lucu”, “motor hijau” dan yang lainnya. 

Video Result

SERPs

Elemen SERPs yang selanjutnya adalah video results. 88% video result bersumber dari YouTube. Tidak diketahui secara persis indikator apa yang bisa membuat Google memunculkan video di pencarian. Kemungkinan dari kata kunci yang terkandung di dalamnya. 

People Also Ask

SERPs

Yang selanjutnya ada fitur people also ask. Umumnya fitur ini ada pada bagian tengah pencarian. Ketika Anda mengklik salah satu dari people also ask ini, tab akan melebar dan menyajikan jawaban dari pertanyaan tersebut. Menurut Moz, 58% Google result mengandung people also ask.

Google Shopping Results

SERPs

Google Shopping Results atau Product Listings Ads akan muncul untuk keyword yang mendekati produk spesifik. Meskipun sebagian besar Google Shopping Results adalah ads, Google juga menampilkan hasil organik tertentu.

Nah itulah serba serbi SERPs serta hubungan SERPs dan SEO. Jadi, sekarang tahu bukan jika SERPs merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Google.

Bagaimana Cara Agar Halaman Terindex Google?

Cara Halaman Terindex Google

Sebelum tampil di SERPs, sebuah halaman situs harus terindex terlebih dahulu. Jika halaman saja sudah tidak bisa diindex Google karena suatu alasan maka tidak ada kesempatan lagi untuk bisa tayang di halaman Google. Jika sudah demikian, yang rugi Anda benar? Nah menghindari hal tersebut, cara agar halaman terindex Google bagaimana?

Apa itu Crawling dan Indexing dalam SEO?

Google menemukan sebuah situs atau halaman yang baru dengan meng-crawlnya, lalu menambahkan halaman tersebut ke indeksnya. Google menggunakan web spiders yang sering juga disebut dengan Googlebot. Demi pengalaman terbaik untuk penggunanya, Google hanya akan menyajikan sesuatu yang paling relevan dengan apa yang pengguna Google cari. 

Bagaimana Cara Mendapat Index dari Google?

Cara website terindex di Google yang paling sering dilakukan oleh para pelaku SEO adalah dengan menggunakan tools bantuan berupa Google Search Console. Ya, tools milik Google ini memang memiliki manfaat utama untuk mempercepat proses pengindexan. Cara ini juga tergolong efektif untuk memberitahu Google bahwa Anda telah mempublikasikan sesuatu dan Google perlu untuk melihatnya.

Namun, meskipun sudah menggunakan Google Search Console, pada beberapa kasus masih saja susah untuk terindex oleh Google. Jika sudah demikian, bagaimana cara agar mempercepat pengindexan? Mungkin alternatif di bawah ini bisa menjadi solusi. 

Cara Halaman Terindex

Remove Crawl Block yang Ada Pada robot.txt

Jika situs Anda tak kunjung terindex meskipun telah menggunakan Google Search Console, mungkin ada yang salah di robot.txt situs Anda. Jika dalam file tersebut terdapat tulisan “disallow” maka Anda harus merubahnya. Umumnya jika Anda menggunakan GSC akan terdapat peringatan ketika ada kesalahan pada robot.txt.

Remove Noindex Tag

Google tidak akan mengindex situs Anda jika terdapat noindex tag di dalamnya. Ada dua cara untuk Anda lakukan ketika terbukti memiliki noindex tag dalam situs Anda. Apa saja :

Cara 1 : Meta Tag

Google tidak akan mengindex jika terdapat tulisan noindex pada sebuah meta yang letaknya di bawah <head>. Tag ini adalah tag yang menyebabkan situs Anda tidak terindex oleh Google. Untuk itu Anda harus segera menggantinya.

Cara 2 : X – Robots – Tag

Crawler juga tidak bisa menemukan situs Anda jika situs Anda terdapat x – robots – tag. Untuk memperbaikinya, Anda harus paham PHP. Untuk tahu apakah situs Anda tidak bisa diindex karena hal ini, Anda bisa menggunakan GSC. Umumnya ketika Anda meminta index lewat GSC dan situs Anda mengandung x – robots – tags akan terdapat pesan peringatan seperti no:’noindex’ detected in ‘x – robots – tag’ http header.

Cara Halaman Terindex Google

Masukan URL Halaman Pada Sitemap

Sitemap memberitahu Google halaman mana yang penting dan mana yang tidak. Google sebenarnya masih bisa menemukan halaman Anda meskipun Anda tidak memasukkan ke dalam sitemap. Namun, apa salahnya untuk mempermudah Google? Untuk membuat sitemap, Anda bisa menggunakan Yoast atau dari Google Search Console.

Remove Canonical Tags yang Tidak Perlu

Cara agar halaman terindex Google yang selanjutnya adalah dengan membuat canonical tags yang tidak perlu. Canonical tag akan memberitahu Google mengani versi halaman mana yang lebih disukai. Jika halaman Anda memiliki canonical tags bisa jadi palah memberitahu Google tentang halaman halaman yang tidak ada. 

Perbaiki Internal Link

Internal link memang bagus untuk on page SEO, namun internal link yang tidak benar juga nyatanya bisa membuat halaman tidak terindex. Umumnya internal link yang bermasalah adalah internal link yang memiliki tag “nofollow”. Jadi, pastikan internal link memiliki tag dofollow sehingga Google bisa mengikuti dari link tersebut.

Cara Terindex

Pastikan Halaman Anda Unik dan Memiliki Value

Google tidak mungkin mengindex halaman yang tidak memiliki value untuk penggunanya. Jadi, jangan ragu untuk membuat konten yang unik berbeda dengan yang lainnya. Mungkin, ini sedikit menyusahkan apalagi jika Anda tidak terbiasa. Tapi tenang saja, kini sudah ada Jasa Penulis Website yang siap membantu Anda untuk menyediakan konten Anda.

Remove Halaman Low – Quality 

Halaman situs yang tidak memiliki kualitas yang bagus juga sebaiknya dihapus saja. Google sendiri dalam pernyataannya pernah mengatakan jika mempertahankan halaman yang memiliki low quality akan “menguras” aktivitas crawling halaman yang benar – benar memiliki nilai sehingga menyebabkan penundaan yang cukup signifikan.

Buat Backlink yang Berkualitas

Tak hanya mampu membuat rangking meningkat, backlink juga nyatanya mampu membuat situs jadi lebih cepat terindex (tentu saja backlink yang dimaksud adalah backlink yang berkualitas). Backlink akan memberitahu Google bahwa halaman web tersebut adalah penting. 

Nah itulah bagaimana cara halaman terindex Google. Ini tentu saja baru sebagian kecil nyatanya ada banyak cara agar situs cepat terindex. Contohnya saja menggunakan plugin.

Crawling dalam SEO, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Crawling dalam SEO

SEO adalah sesuatu yang tidak pasti karena algoritmanya saja berubah – ubah setiap waktu. Untuk itu, Anda perlu tahu bagaimana cara SEO Bekerja. Indexing, crawling dan ranking. Nah pada artikel ini, mari kita bahas lebih dalam mengenai crawling dalam SEO. Proses seperti apakah ini? Mari sama – sama cari tahu.

Apa itu Crawling?

Crawling adalah dimana Google atau mesin pencari yang lainnya mengirimkan botnya ke web page atau web post sebuah situs untuk “membaca”nya. Crawling adalah langkah pertama agar mesin pencari mengenali halaman Anda dan menampilkannya di SERPs. Memiliki halaman yang di crawl bukan berarti halaman Anda sudah atau akan di index. Untuk tampil di halaman pencarian, Anda harus di crawl lalu selanjutnya di index. Sebuah halaman di crawl karena beberapa alasan. Alasan – alasan tersebut contohnya :

  1. Memiliki XML sitemap dengan URL yang di submit ke Google
  2. Memiliki internal link yang terhubung ke halaman
  3. Terdapat eksternal link yang terhubung ke halaman
  4. Mendapatkan lonjakan traffic yang masuk

Untuk memastikan halaman dirayapi, Anda perlu untuk memiliki sitemap. Anda bisa menggunakan plugin Yoast, Google XML sitemap, ataupun yang lainnya untuk membuat sitemap XML.

Bagaimana Cara Crawling Bekerja?

Crawling

Mesin pencari menggunakan crawling untuk mengakses, menemukan, serta memindai di seluruh halaman website. Jika Google sedang mengexplore suatu website, Google akan mendatangi semua link yang ada di dalamnya dan mengikuti petunjuk yang disertakan dalam robots.txt file. Dalam file ini, Anda akan menemukan banyak “perintah” untuk mesin pencari mengenai bagaimana caranya untuk “meng-crawl” sebuah situs.

Crawler menggunakan algoritma untuk menentukan frekuensi kapan mereka memindai halaman tertentu serta berapa banyak halaman situs yang harus dipindai. Algoritma membantu crawler untuk memberi tahu halaman mana saja yang sering update.

Bagaimana Cara Google Crawler “Melihat” Pages?

Mobile and Desktop Rendering

Googlebot dapat melihat situs Anda melalui dua tipe crawler yakni Googlebot Desktop dan Googlebot Smartphone. Beberapa tahun yang lalu, Google menggunakan desktop crawler untuk mendatangi dan render kebanyakan halaman. Namun sekarang berubah. Setelah Google memperkenalkan mobile-first concept, kini Google mendahulukan smartphone crawler untuk merayapi halaman.

Namun menerapkan pengindeksan yang mengutamakan smartphone ternyata jauh lebih sulit. Internet sangatlah besar. Website ada banyak sekali di dunia ini. Sebagian dari mereka sangat kurang sekali dalam pengoptimalan untuk perangkat seluler. Jika situs dianggap tidak mobile friendly maka situs akan langsung di render oleh Googlebot Desktop.

HTML dan Javascript Rendering

Googlebot mungkin mengalami beberapa kesulitan dalam merender sebuah kode yang terlalu kompleks. Jika kode di situs Anda berantakan, crawler tidak dapat merndernya dengan benar dan akan menganggap bahwa halaman tersebut adalah halaman kosong. Untuk rendering Javascript, perlu Anda ingat jika Javascript adalah bahasa yang memiliki perkembangan yang sangat cepat. Terkadang, Google tidak mampu memahami versi terbaru. Penting halnya untuk menggunakan JS yang kompatibel atau halaman Anda tidak akan terbaca dengan benar.

Apa yang Mempengaruhi Crawling dalam SEO?

Crawling Dalam Search Engine Optization

Internal Link dan Backlink

Jika Google mengetahui situs Anda, Googlebot akan melakukan klik pada main page situs Anda untuk dilakukan update waktu ke waktu. Nah untuk itu, sangat penting untuk memberikan internal link ke halaman baru Anda. Umumnya internal link berasal dari homepage, halaman yang lebih memiliki otoritas yang tinggi di dalam situs Anda atau postingan (maupun halaman) terdahulu yang masih relevan.

Backlink juga memiliki peranan yang penting dalam menaikkan ranking situs Anda. Backlink yang dimaksud di sini tentu saja bukan backlink sembarangan karena yang mampu menaikkan situs adalah backlink yang berkualitas. Kini Anda bisa menggunakan jasa backlink high authority untuk mendapatkannya.

Click Depth

Click depth menunjukan “seberapa jauh” halaman Anda dari homepage sehingga menyatakan berapa banyak “step” yang harus dilalui Googlebot untuk mencapai halaman Anda. Idealnya, halaman harus dicapai dalam 3 klik. click depth yang lebih dari itu membuat perayapan jadi terhambat serta dan dari segi user experience juga kurang.

Sitemap

Sitemap adalah “dokumen” yang memuat keseluruhan konten dalam sebuah situs. Dengan adanya sitemap, Google akan tahu ketika situs Anda di update. Untuk membuatnya, Anda bisa membuat di Yoast atau bisa juga dari Google Search Console.

Indexing Instructions

Saat mengindex dan mengcrawling halaman Anda, Google mengikuti sebuah instruksi seperti robots.txt, noindex tag, robots meta tag, atau x robots tag. Setelah Googlebot menemukan laman Anda, ia melihat file robots.txt. Jika laman yang ditemukan dibatasi agar tidak dirayapi oleh robots.txt, Googlebot akan berhenti merayapi dan memuat konten dan script apa pun dari laman tersebut. Halaman ini tidak akan muncul dalam pencarian karena adanya instruksi dari robots.txt.

Nah itulah penjelasan singkat mengenai crawling dalam SEO. Semoga dengan adanya penjelasan ini, Anda jadi tahu tentang bagaimana cara SEO bekerja.

Alasan Google Tidak Mengindex Situs, Apa Saja?

Alasan Google Tidak Mengindex Situs Anda

Index adalah salah satu cara kerja SEO yang sangat penting. Tanpa ada tahapan yang satu ini, situs tidak akan berada di SERPs. Jika sudah seperti ini? Itu berarti customer akan jauh lebih sulit untuk menemukan situs Anda dan traffic ada traffic yang masuk. Oleh karena itu, penting halnya mengetahui alasan Google tidak mengindex situs. Kira – kira apa alasannya?

Mesin pencari memproses dan menyimpan informasi yang mereka temukan di dalam sebuah index. Sebuah database dari semua konten yang mereka temukan dan anggap layak untuk disajikan kepada pencari. Ketika situs Anda memposting sesuatu, tidak serta merta itu langsung muncul di SERPs. Google harus menilainya terlebih dahulu melalui indexing dan proses yang lainnya. 

Nah kembali lagi ke pembahasan mengapa Google tidak melakukan index pada situs Anda, berikut ini mungkin saja alasan – alasannya :

Mengapa Google Tidak Mau Mengindex Sebuah Situs?

Anda Tidak Memiliki Nama Domain

Alasan pertama Google tidak mau melakukan index pada situs Anda adalah karena Anda tidak memiliki domain name. Hal ini bisa jadi ketika Anda menggunakan URL yang salah untuk konten atau Anda lupa untuk mengaturnya di WordPress. Jika situs Anda tidak diawali dengan “https://xx.xx” maka itu bukan domain name.

Alasan Google Tidak Mengindex Situs Anda

Situs Mungkin Tidak Mobile Friendly

Google sangat mementingkan user experience apalagi bagi pengguna mobile. Situs yang mobile friendly juga masuk ke SEO ranking factor. Itu berarti bukan hal yang aneh lagi jika situs yang tidak bisa diindex kemungkinan bukan berasal dari situs yang mobile friendly. 

Menggunakan Bahasa Pengkodean yang Terlalu Rumit

Bahasa pengkodean yang terlalu rumit juga bisa menjadi salah satu alasan mengapa Google tidak mengindeks Anda. Tidak peduli apa bahasannya – entah itu lama atau yang terbaru seperti Javascript, jika pengaturannya salah maka akan menyebabkan pada masalah crawling dan indexing.

Kecepatan Situs Anda 

Alasan google tidak mengindex situs adalah karena situs Anda tidak memiliki loading yang cepat. Seperti yang sudah beberapa kali disinggung, Google sangat memperhatikan user experience. Untuk cek kecepatan situs Anda, Anda bisa menggunakan produk Google yakni PageSpeed Insight.

Memiliki Redirect Loop

Redirect loop merupakan salah satu masalah yang menghambat pengindexan situs. Ini umumnya terjadi karena kesalahan ketik yang umum dan dapat dengan mudah untuk diperbaiki. Jadi, cek secara berkala.

Menggunakan Plugin yang Memblokir Googlebot

Penyebab yang lainnya mungkin dari penggunaan plugin. Salah satu contohnya ketika Anda salah setting robot.txt plugin. Jika dalam robot.txt plugin settingannya noindex maka Googlebot tidak akan mau mengindex. Penting halnya untuk mengetahui kegunaan masing – masing plugin.

Alasan Google Tidak Index Website Anda

Tidak Menambah All Domain Name ke Google Search Console

Jika Anda memiliki lebih dari satu variasi nama domain, apalagi ketika Anda berada di posisi ketika Anda memindahkan dari http ke https, Anda harus menambahkan keduanya dan memverifikasikan ke Google Search Console. 

Tidak Menggunakan Sitemap

Anda perlu menggunakan sitemap untuk situs Anda. Sitemap sendiri merupakan list semua halaman di situs Anda serta salah satu cara untuk Google menemukan situs Anda. Sitemap membantu memastikan bahwa setiap halaman dirayapi dan diindex Google Search Console. Anda bisa menggunakan plugin Yoast untuk membantu Anda.

Terkena Penalti Tapi Belum Dibersihkan

Google telah berulang kali mengingatkan jika Google tidak akan segan – segan untuk memberikan penalti. Jika Anda pernah terkena penalti dan belum membersihkan tindakan tersebut, lalu Google tidak akan melakukan index pada situs Anda. 

Masalah Pada Technical SEO

Jika technical SEO situs Anda tidak dilakukan dengan benar maka Google juga enggan untuk melakukan index situs Anda. Lakukan technical SEO dengan benar. Jika Anda menggunakan Jasa Search Engine Optimization, maka hal tersebut tidak perlu Anda khawatirkan lagi.

Nah itulah beberapa alasan Google tidak mengindex situs Anda. Jadi, jika case ini terjadi pada Anda, cari tahu terlebih dahulu secepatnya.

Deindex dalam SEO, Apa Maksudnya dan Bagaimana Dampaknya?

Deindex dalam SEO

Mengapa Google “membuang” konten – konten Anda dari index Google? Nah pada kesempatan kali ini mari kita cari tahu apa yang menyebabkan deindex dalam SEO. Apakah karena kontennya yang kurang berkualitas atau apa? Mari kita sama – sama cari tahu pada artikel yang satu ini.

Google memilih untuk melakukan deindex karena tidak setiap pengoptimalan bagus serta beberapa konten tidak memberikan jawaban yang baik untuk pencarinya. Nah sebelum membahas mengenai praktik apa saja yang dikhawatirkan akan melakukan deindex maka ketahui terlebih dahulu mengenai deindex Google.

Apa itu Deindex Google?

Deindex Google adalah situasi dimana situs sudah tidak masuk dalam indeks Google sehingga website tidak dapat muncul di SERPs sama sekali. Meskipun Anda mencari sampai ke halaman paling belakang namun jika website atau halaman sudah deindex tidak akan ada sama sekali.

Google melakukan deindex pada situs – situs yang bermasalah demi menciptakan user experience yang baik pada penggunanya. Deindex sendiri bisa karena beberapa hal. Mulai dari rendahnya kualitas konten, melanggar kebijakan Google atau bahkan memiliki indikasi kode yang berbahaya. Deindex adalah kebalikan dari index. Index sendiri merupakan proses dalam cara kerja SEO yang sangat penting.

Teknik yang Harus Dihindari Untuk Terhindar dari Deindex Google 

Deindex

Pemblokiran Crawl Melalui File robot.txt

Bisa jadi deindex Google karena sejumlah kode yang ada di file robot.txt Anda. “Page cannot be crawled or displayed due to robots.txt” merupakan pesan “peringatan” standar yang akan muncul ketika web pages Anda tidak bisa di crawl karena ada masalah dengan file robot.txt. Untuk mengatasi masalah ini, Anda perlu mengecek ulang mengenai file robot.txt Anda. 

Pages yang Terindikasi Spam

Apakah Anda tahu jika Google menemukan sekiranya 25 juta web yang terindikasi spam setiap hari? Ada beberapa mekanisme spam yang Google temukan dari berbagai situs. Menurut laporan dari Webspam Google pada tahun 2019, tiga “jenis” spam teratas tersebut adalah spam backlink, spam situs yang sudah teretas, serta spam yang pengguna lakukan. 

Keyword Stuffing

Keyword stuffing menjadi salah satu strategi yang baik disadari atau tidak banyak dilakukan. Mungkin jika dulu bisa “berhasil” namun untuk dini ini, Google menganggap bahwa praktik ini adalah praktik black hat SEO yang sebaiknya dihindari. Tempatkan kata kunci – kata kunci yang natural saja dan jumlahnya jangan terlalu banyak.

Konten yang Duplikat

Deindex dalam SEO juga bisa karena konten yang duplikat. Duplikat di sini bisa duplikat dengan konten milik Anda sendiri atau milik orang lain. Untuk itu, buatlah konten yang unik dan relevan. Jika Anda tidak sanggup untuk membuatnya, Anda bisa meminta tolong Jasa Penulis Artikel.

Menggunakan Auto-Generated Content

Banyak situs yang hanya memiliki satu pengelola saja. Karena banyak hal yang harus pengelola urus belum lagi ide untuk membuat konten juga sulit untuk ditemukan, maka menggunakan article spinning menjadi alternatif yang tepat (bagi mereka). Padahal konten hasil spin hanya akan deindex oleh Google.

Deindex

Cloaking

Cloaking adalah praktik yang melanggar peraturan Google dan akan membuat website Anda “hilang” dari pencarian. Di dalam cloaking, konten akan didisplay sesuatu usernya. Misalkan yang mengakses sebuah situs yang terindikasi search engine maka situs akan menampilkan text seperti biasa namun jika yang mengakses situs terindikasi orang biasa maka konten yang terdisplay beda lagi.

Phishing dan Malware

Google sangat melarang cyber crime, entah itu phising atau malware. Untuk itu, Anda perlu benar – benar menjaga kesehatan situs Anda agar terhindar dari phising dan juga malware agar terhindar dari deindex Google.

Link Schema

Link schema mencakup tindakan meminta pertukaran backlink dan yang lainnya. Mencari backlink memang susah namun bukan berarti Anda “menghalalkan” berbagai cara untuk mendapatkan backlink. Anda bisa menggunakan Jasa Backlink high authority untuk membantu Anda.

Nah itulah sebagian kecil penyebab deindex dalam SEO. Semoga dengan membaca artikel yang satu ini, Anda tidak melakukan tindakan – tindakan seperti ini sehingga terhindar dari kemungkinan deindex.

Begini Cara Memilih Domain untuk SEO, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Memilih Domain untuk SEO

Memilih domain untuk SEO merupakan hal yang cukup krusial dalam membangun website. Hal ini sama saja saat memilih hosting untuk SEO. Ini adalah step paling awal untuk membangun brand di dunia bisnis online. Memilih domain yang SEO Friendly terdengar sangat mudah untuk dilakukan namun nyatanya ada banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan. Nah mari kita bahas satu satu.

Apa itu Nama Domain?

Secara sederhana, domain adalah adalah nama website Anda di internet. Ini adalah alamat yang diketikkan orang pada sebuah web browser untuk membuka situs yang Anda bangun. Nama domain, part pertama (sebelum . (dot)) dikenal dengan nama domain dan part terakhir (sesudah .(dot)) disebut juga dengan extensions. Sebagai contoh, jasaadwords.web.id maka jasaadwords merupakan domain dan web.id adalah extensions.

Mengapa Nama Domain untuk SEO Susah?

  1. Untuk mendefinisikan brand Anda, nama domain yang bagus akan meningkatkan brand awareness untuk mempertahankan customer situs Anda
  2. Menambah kredibilitas situs, domain adalah hal pertama yang pengunjung lihat dari situs Anda. Nama domain yang bagus akan membuat situs Anda tampak profesional sehingga  mampu meningkatkan kredibilitas
  3. Untuk Meningkatkan click-through-rate, CTR situs Anda juga bisa ditingkatkan karena adanya nama domain yang bagus. Ini jelas sangat bagus untuk search traffic.

Cara Memilih Domain untuk SEO

Cara Memilih Domain

Gunakan Top Level Domain Extensions

Sebelum membeli domain, Anda harus tahu domain ekstensions apa yang cocok untuk situs Anda. Ada lebih dari 1000 nama domain yang bisa Anda pilih. Jika harus memilih satu tentu saja akan sangat membingungkan. Namun umumnya yang paling banyak digunakan adalah ekstension .com. Sebenarnya Anda sah sah saja untuk menggunakan ekstension yang lainnya seperti .net, .id (untuk Indonesia), .web.id, .net ataupun yang lainnya. Namun yang paling direkomendasikan adalah .com.

Pilih Nama Domain yang Brandable

Pernahkah Anda memikirkan jika situs yang berada di halaman satu Google adalah situs yang populer bukanlah situs yang baru? Situs tersebut bukan hanya sekedar situs. Namun juga sebuah nama merek. Namun apa yang bisa membuat sebuah nama domain brandable? 

  1. Unik dan tidak memiliki arti yang spesifik
  2. Simpel dan mudah untuk diingat
  3. Mudah untuk dibaca
  4. Stand out” dari nama brand milik kompetitor

Nama Domain yang Pendek

Memilih domain untuk SEO yang tepat selanjutnya adalah dengan membuat nama yang pendek. Dengan nama domain yang pendek, lebih mudah untuk diucapkan dan juga diingat. Contoh beberapa nama merek yang pendek adalah Amazon, Google. Facebook dan Twitter. Umumnya nama domain hanya terdiri dari setidaknya 12 karakter saja.

Memilih Domain untuk SEO

Hindari Tanda Hubung (-) dan Angka pada Nama Domain

Dalam memilih nama domain, sebaiknya hindari penggunaan tanda hubung (-) atau angka. Kedua “penambahan” ini membuat nama domain tidak SEO Friendly. Selain itu, dengan adanya penambahan tanda hubung dan angka juga membuat pengucapan jadi susah. Jadi jika Anda sedang mencari nama domain baru, carilah yang sederhana dan simple.

Pastikan Mudah Untuk Ditulis dan Mudah Diingat

Membeli nama domain yang mudah untuk diingat merupakan salah satu kunci sukses membangun website di dunia online. Jika Anda memiliki nama yang sulit dilafalkan dan ditulis maka akan sulit juga bagi pengunjung untuk mengingatnya. Jadi, kemungkinan pengunjung untuk revisit jadi semakin kecil bukan?

Jangan Melakukan Pengulangan Huruf

Memilih domain untuk SEO yang baik selanjutnya adalah dengan tidak menuliskan huruf yang double atau berulang jika memang tidak perlu. Maksudnya misalkan saja situs Anda memiliki nama seharusnya destyshop(dot)com maka jangan buat situs Anda jadi destyyyshoop(dot)com. Itu akan terkesan tidak profesional.

Tambah Keyword dalam Nama Domain Anda (Opsional)

Keyword adalah salah satu hal yang sangat penting bagi SEO. Alternatif memilih nama domain yang bisa Anda gunakan adalah dengan menggunakan kata kunci. Namun, menggunakan kata kunci pada nama domain membuat Google lebih ketat lagi dalam mengawasi situs Anda.

Nah itulah 7 cara bagaimana untuk memilih domain untuk SEO. Jadi, bagaimana? Mudah sekali untuk diaplikasikan bukan?

Memilih Hosting yang Baik Untuk SEO, Caranya Bagaimana?

Memilih Hosting yang Baik untuk SEO

Sebuah situs merupakan sesuatu yang penting untuk keperluan promosi di internet dan sebagai sumber informasi untuk customer. Sebuah situs jika ingin berjalan dengan baik juga harus memiliki hosting yang bagus. Lantas, bagaimana cara memilih hosting yang baik untuk SEO? Mari kita cari tahu ulasannya.

Web hosting yang Anda pilih menentukan site experience yang Anda tawarkan untuk pengunjung Anda di kemudian hari. Jika Anda ingin meminimalkan kesalahan server serta mempercepat loading situs serta mencegah pengunjung agar tidak menekan tombol kembali, Anda memerlukan web hosting yang dapat diandalkan. Sebelum mengetahui apa saja ciri – ciri web hosting yang dapat diandalkan, ketahui juga dampak penggunaan hosting untuk SEO.

Dampak Menggunakan Web Host untuk SEO

Memilih web hosting memang bukan satu – satunya hal yang menjadi penentu faktor penentu SEO yang bagus. Ada banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, mulai dari SEO On Page, SEO Off Page, Technical SEO dan yang lainnya. Namun, ketika menggunakan web host yang benar mampu membantu mempermudah untuk mencapai tujuan goals praktisi SEO yakni berada di halaman satu Google. 

Web host akan berdampak baik pada SEO jika penyedia tersebut melakukan beberapa hal. Hal – hal tersebut beberapa di antaranya :

  1. Memaintenance server secara cepat
  2. Menawarkan fitur plan untuk membantu klien dengan SEO
  3. Menawarkan layanan yang bisa diskalakan sesuai dengan kebutuhan
  4. Menggunakan Content Delivery Network untuk memastikan performa situs di seluruh dunia
  5. Mempermudah mengamankan domain sebuah situs untuk keperluan SEO
  6. Host situs Anda dengan fitur keamanan yang mampu meningkatkan SEO

Jika web host yang Anda pilih tidak bisa memastikan hal – hal di atas, Anda akan kesulitan untuk mendapatkan traffic di kemudian hari. Maksudnya bagaimana? Mari lihat dari studi kasus di bawah ini.

Memilih Hosting

Studi Kasus :

Anda mungkin bisa membuat konten yang paling bagus, menempatkan kata kunci yang sesuai dengan niche Anda di tempat – tempat yang benar, serta mendesain situs Anda agar mudah dipahami oleh penggunanya. Namun, hal tersebut tidak akan berguna apa – apa jika situs Anda lambat jika diakses. Situs yang memiliki loading yang lambat akan berdampak pada SEO ketika situs Anda di crawling.

Robot crawling mungkin saja tidak bisa merayapi situs Anda secara keseluruhan, konten situs sulit untuk diindeks atau buruknya, Google tidak akan menganggap situs Anda sebagai situs yang profesional. 

Cara Memilih Hosting yang Baik untuk SEO

High Uptime Guarantee

Host uptime guarantee mungkin menjadi faktor penentu apakah mereka SEO-friendly atau tidak. Uptime merujuk pada presentasi waktu situs Anda dapat diakses. Semakin tinggi waktu uptime situs Anda, semakin pengguna tidak menyukainya. Umumnya, bounce rate akan meningkat. Hal tersebut juga akan berakibat pada rangking. Oleh karena itu, pilihlah web host yang memberikan high uptime guarantee.

Untuk hasil yang terbaik, sebaiknya pilihlah hosting yang menawarkan setidaknya 99.9% uptime guarantee (atau lebih tinggi lagi jika Anda bisa mendapatkannya). Hati – hati juga dengan web host yang menawarkan uptime 100% karena akan ada downtime.

Lokasi Server

Jika Anda menggunakan shared hosting, VPS, atau server khusus, situs Anda berada di server fisik suatu tempat (berbeda jika Anda menggunakan cloud hosting, maka data Anda berada di “cloud”). Idealnya, Anda ingin data center situs Anda berada di dekat dengan target customer Anda. Hal ini karena semakin jauh server Anda dari keberadaan customer atau visitor, maka semakin lama juga waktu yang dibutuhkan untuk memuat situs. 

Memilih Hosting yang Baik untuk SEO

Multiple Options

Kriteria yang selanjutnya untuk memilih hosting yang baik untuk SEO adalah yang menyediakan berbagai pilihan. Selain hosting itu sendiri, banyak perusahaan yang menawarkan “nilai tambah” suatu produk untuk meningkatkan situs Anda. Berikut ini beberapa “nilai tambah” dari web host yang bisa Anda pertimbangkan : 

  • Automatic Backup, jika ada sesuatu yang tidak beres, Anda mungkin harus cepat – cepat melakukan backup. Cari tahu apakah web host pilihan Anda menawarkan automatic backup secara gratis atau ada biaya tambahan untuk itu.
  • SSL, HTTPS masuk ke dalam ranking factor Google. Untuk itu, Anda perlu memastikan bahwa situs Anda memiliki SSL. Beberapa penyedia web host memasukkan SSL pada paket pembelian dan ada juga yang tidak.
  • Multiple Hosting Plans, seiring berkembangnya waktu, situs Anda akan bertumbuh dan cenderung membutuhkan hosting yang jauh besar lagi. Untuk itu jika penyedia web host memiliki multiple hosting plans, maka akan mudah untuk memindahkannya.

Memiliki Review yang Bagus

Hal lain yang patut Anda pertimbangkan adalah review yang bagus dari pengguna sebelumnya. Umumnya apa yang orang lain tuliskan adalah honest review. Untuk melihat reviewnya Anda bisa melihatnya di social media yang dimiliki, Google Maps yang dimiliki, atau bahkan Anda bisa juga dengan menanyakan langsung pada admin.

Responsive Support Team

Kriteria yang terakhir ada support team yang responsif. Web host yang bagus akan menawarkan 24/7 support secara gratis. Anda juga bisa melihat bagaimana CS dari web host bekerja apakah bisa dihubungi melalui social media atau tidak. Jika bisa Anda hubungi melalui social media, itu bisa menjadi poin plus.

Kesimpulan

Memilih hosting yang baik untuk SEO meskipun tidak serta merta berdampak langsung pada kenaikan rangking yang signifikan namun mampu mendukung upaya untuk membuat website berada di halaman satu Google.

User Experience dalam SEO, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

User Experience dalam SEO

Mengapa user experience dalam SEO memiliki peranan yang penting? Bagaimana cara untuk improve user experience untuk sebuah situs yang dioptimasikan dengan cara search engine optimization. Walaupun Anda sah sah saja menggunakan Jasa SEO Jakarta, Jasa SEO Semarang, Jasa SEO Jogja atau Jasa SEO yang lainnya untuk membantu Anda mengoptimasi sebuah situs, namun sebagai digital marketing, Anda harus tahu mengapa UX sangat berpengaruh pada SEO.

Algoritma Google kemungkinan memasukkan user experience sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi rangking sebuah situs di SERPs. Optimasi UX sebenarnya merupakan cabang dari desain yang berfokus pada pengguna atau pengunjung situs saat pengunjung situs sudah berhasil berada di dalam situs. UX website mencakup semuanya mulai dari desain, tata letak serta bagaimana pengguna berinteraksi dengan sebuah situs.

Sebelum user experience masuk ke dalam faktor rangking yang dipertimbangkan Google, para digital marketer pada saat itu memfokuskan situs mereka untuk search engine bukan user. 

Bagaimana Cara User Experience Berdampak Untuk SEO?

Google menyatakan secara explicit jika mobile friendly (optimasi UX untuk layar yang kecil), kecepatan loading situs, keamanan situs, dan lain sebagaimana sebagai hal yang harus dipertimbangkan. Faktanya, Google pada tahun 2021 meluncurkan Page Experience Ranking update yang menggabungkan lebih banyak faktor – faktor di dalam algoritmanya yang diberi nama Core Web Vitals.

Mengapa user experience dalam SEO sangat memiliki peranan yang penting? Sebab Google sangat mengedepankan user experience bagi usernya. Jadi jika UX buruk maka akan berakibat buruk pula bagi sebuah situs. 

User Experience dalam SEO

SEO dan UX Best Practices

Mobile Friendly

Lebih dari 50% pengguna Google mengakses sebuah situs menggunakan handphone. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan mengenai tata letak, tampilan, text, penggunaan gambar yang sesuai serta hal – hal yang lainnya yang mampu berpengaruh pada UX pengguna smartphone.

Baik pengguna dan search engine akan menilai sebuah situs dari tampilan selulernya. Semua elemen yang ada pada situs Anda akan berdampak pada SEO situs Anda. Fokuslah untuk membuat navigasi yang simple dan clear. Buat juga desain yang simple dan responsif.

Perhatikan Kecepatan Situs

Website yang memiliki loading yang cepat tentu mampu meningkatkan user experience. Untuk meningkatkan kecepatan situs, Anda bisa mengkompres gambar yang digunakan, belajar membuat clean code, menggunakan web host yang bagus dan yang lainnya.

Navigasi yang Mudah Dipahami

Salah satu kesalahan ketika Anda hanya berfokus ke SEO dan rangking adalah website yang tidak memiliki navigasi yang jelas. Padahal memiliki navigasi yang simple untuk sebuah website mampu meningkatkan user experience. Jadi, jangan sepelekan hal ini.

Penggunaan Heading

User experience dalam SEO juga ada hubungannya dengan penggunaan heading. Heading sendiri sangat berguna untuk mengidentifikasi konten serta untuk meningkatkan SEO. Selain itu, penggunaan heading yang tepat juga bisa membantu pengunjung situs untuk mengerti informasi pada sebuah konten yang ada di website tanpa harus mengetahui semuanya. Setiap halaman harus memiliki H1. Lalu H2 – H6 bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan.

Clear Logo

Logo atau site ID merupakan salah satu elemen dari situs yang user pertama kali lihat saat mengakses situs Anda. Site ID sebaiknya dibuat clear, jelas, dan terlihat menarik. Logo dan tagline juga umumnya harus Anda buat sejelas mungkin.

Cara Melakukan Audit User Experience dalam SEO

User Expererience dalam SEO

Jawaban simplenya adalah dengan run a UX audit. Ada dua cara. Yang pertama dengan menggunakan Google Suite’s Tools untuk secara langsung mengukur UX experience situs Anda atau yang kedua dengan menggunakan Google Analytics 

Mari mulai dari cara pertama :

  1. PageSpeed Insight : Anda bisa menggunakan tools ini untuk mengukur kecepatan situs Anda. Situs ini juga akan memunculkan hasil Core Web Vital
  2. Mobile-Friendly Test Tools : Tools yang ada di dalam Google Search Console ini memungkinkan Anda untuk mengecek dan mengukur mobile friendliness dari sebuah situs.
  3. AMP Page Experience : Jika Anda menggunakan AMP untuk meningkatkan loading situs Anda, Anda bisa menggunakan tools ini untuk mengukurnya
  4. Lighthouse : Lighthouse adalah tools dari Google yang berguna untuk web developer yang mencakup sejumlah metrik yang bisa digunakan web developers
  5. Core Web Vitals : Seperti yang telah disebutkan, Anda bisa mengetes core web vitals situs Anda dengan tools pageSpeed pada nomor satu. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan tools Google Search Console atau Chrome User Experience Report
  6. Search Console UX Report : Laporan dari tools ini akan mencakup semua hal mengenai user experience situs Anda.

User Experience dalam SEO

Bagaimana dengan cara yang ke dua (menggunakan Google Analytics)?

  1. Bounce Rate : Bounce rate adalah persentase orang yang mengklik halaman Anda lalu keluar dari halaman tersebut tanpa mengklik ke halaman yang lain Ini bisa memiliki arti. Yang pertama karena situs menyediakan informasi yang lengkap sehingga tanpa membaca seluruhnya sudah menemukan jawabannya atau karena sebaliknya
  2. Time On Page : Merupakan jumlah waktu seseorang berada dalam halaman situs Anda yang lebih spesifik. Cara terbaik untuk track time on page adalah dengan Event Tracking atau Google Tag Manager
  3. Pages per Visit : Ini adalah jumlah halaman yang seseorang akses. Semakin banyak pageviews maka itu artinya semakin bagus serta mampu mengidentifikasikan bahwa user experience juga bagus
  4. Dwell Time : Ini adalah kondisi untuk mengetahui berapa lama seseorang mengunjungi situs Anda setelah mereka melakukan melakukan klik pada SERPs. 
  5. Organic Click-Through Rate (CTR) : Merupakan berapa persentase orang yang melihat halaman pada situs Anda lalu melakukan klik (yang mana merupakan konversi dari SERPs). Anda dapat melihat laporan kinerja di Google Search Console.
  6. Goal Completion : Merupakan seberapa banyak orang yang mencapai sasaran atau target konversi situs Anda. 

Kesimpulan

Jadi, user experience dalam SEO memiliki peranan yang penting sehingga Anda harus terus meningkatkannya dari waktu ke waktu. Jika Anda tidak ingin repot untuk mengelolanya, Anda bisa menggunakan Jasa SEO Website.